Sistem Pengontrol Suhu Pada Alat Pengering Kopra Dengan Metode PID

  • Anton anton Politeknik Negeri Padang
  • Ifni Joi Politeknik Negeri Padang
  • Rival Syafriwandi Politeknik Negeri Padang
Keywords: Mikrokontroller Arduino uno, sensor DHT11, Heater, Metoda PID , LCD.

Abstract

Rancang bangun alat pengering kopra merupakan salah satu proses dalam pengolahan kopra menjadi minyak. Sehingga dibutuhkan sebuah alat pengering otomatis. Pada dasarnya alat pengering ini adalah sebuah alat pemanas yang sistem kerjanya berdasarkan setpoint yang telah diberikan. Parameter pendeteksian suhunya menggunakan sensor DHT11 dan tingkat kelembabannya dideteksi menggunakan sensor DHT11 kemudian data suhu dan kelembabannya akan ditampilkan pada LCD display.Dengan menggunakan kontrol proportional, proportional-integral dan proportional-derivative terjadi ketidakstabilan sistem sehingga digunakanlah pengontrolan secara bersamaan dengan proportional-integral-derivative. Semua instruksi untuk menjalankan alat ini terdapat pada mikrokontroller Arduino uno dengan metoda PID sebagai pengendali utama. Parameter yang didapatkan untuk pengendalian PID adalah Kp = 24.936 Ti = 60 dan Td = 15. Sumber panasnya dihasilkan oleh elemen pemanas (Heater) untuk menghantarkan energi panas tersebut terhadap kopra yang ada dalam box pengeringan. Sensor DHT11 akan mendeteksi suhu ruangan pada box pengeringan.Sensor DHT11 dapat mengukur suhu alat pengering dengan tingkat ketelitian hampir mirip dengan alat ukur suhu thermometer, berdasarkan pengujian rata-rata error yang didapat sebesar 1.42%. Untuk mencapai kelembaban 7% di dalam alat pengering ini dibutuhkan waktu pengeringan selama 690 menit.

References

[1]Sutardi,2008.Perbandingan Pendapatan Petani Kopra Jemur dan Kopra Asap
(Studi Kasus Desa peslaten Satu Kecamatan TAPAAN).
[2] Rahman,2011.Analisis Pendapatan Dan Nilai tambah kelapa menjadi kopra di desa BOLUBUNG Kecamatan Bulagi utara Kabupaten banggai kepulauan.
[3] Palungkun,1999.Analisis Nilai Tambah dan Pemasaran Kopra.
[4] Kementrian Perdagangan RI 2013.Analisis Daya Saing Kopra di Minahasa Selatan.
[5] Data primer setelah diolah,2014. Analisis Pendapatan Dan Nilai tambah kelapa menjadi kopra di desa BOLUBUNG Kecamatan Bulagi utara Kabupaten banggai kepulauan.
[6] Neprianus Siloto,2017.Perbandingan pendapatan Petani Kopra jemur dan kopra asap (Studi Kasus Desa peslaten Satu Kecamatan TAPAAN).
[7] Henderson dan Perry.1976.Pengeringan Lapis Tipis Kopra Putih Menggunakan Oven Pengering.
[8] Taib dkk,1988. Pengeringan Lapis Tipis Kopra Putih Menggunakan Oven Pengering.
[9]Welson M.Wangke 2017 Perbandingan Pendapatan Petani Kopra Jemur dan Kopra Asap,(Studi Kasus Desa peslaten Satu Kecamatan TAPAAN).
Published
2019-06-30
Section
Electrical Engineering Articles